Oleh: Rima Muryantina
Ia menepi ke sebuah telaga,
Bercengkrama dengan bayangannya sendiri,
Sehingga mungkin ia dapat menjadi sedikit lebih lega.
Mengapa wajah babi hutan menyeramkan?
Mengapa warna babi hutan tak secerah awan?
Dan ia pun mempertanyakan,
Apakah benar di bumi yang penuh pertanyaan,
Terdapat sebuah entitas abstrak yang disebut keadilan.
Yang selalu lurus, tak bisa berbelok,
Sehingga apabila ia ingin memangsa hewan-hewan kecil yang elok,
Hewan-hewan elok itu bisa dengan mudah menghindari babi hutan,
Dengan berjalan berbelok-belok,
Menyebabkan si babi hutan yang berjalan lurus jadi tertinggalkan.
Entah hanya menghibur, entah benar-benar memberi jawaban,
“Sebaiknya kau tidak memikirkan pernikahan dengan akal sehat,”
Ujarnya lagi, “Akal sehat hanyalah ranah bagi manusia yang sehat.”
Tambahnya lagi, “Makhluk seperti kita hanya perlu bersyukur, karena kita tidak perlu berbelok saat bertemu belokan.”
oleh Rima Muryantina
Pada buku Kemahiran Membaca Tingkat Lima,
Adalah kisah tentang kehidupan ikan salmon raja,
Yang umurnya tidak seberjaya namanya.
Awalnya hanyalah urutan tahap dan gagasan utama,
Dan aku tidak terlalu sempat terkejut,
Dengan informasi-informasi tentang ikan salmon yang hidupnya tidak lama.
Karena menjadi incaran hewan-hewan lain yang kelaparan.
Menurut paragraf itu, hanya sedikit ikan salmon yang mencapai lautan,
Karena banyak polusi dari perkotaan.
Dan meninggalkan telur-telurnya di sana.
Menurut paragraf itu, setelah meninggalkan telurnya maka tidak ada tawar-menawar,
Bahwa setelah itu ikan salmon harus menciut dan berubah warna,
Dan berakhir untuk selamanya.
oleh Rima Muryantina
Saat ia bangun, aku tidak bisa mengendalikannya
Dia sering mengambil alih kesadaran
Dan aku tak bisa menahan apa yang kulakukan
Sampai aku siuman
Tapi itu sama saja dengan membunuh diriku sendiri
Dan untuk melakukan itu, aku tidak cukup berani
oleh Rima Muryantina
Aku sudah membuang jauh-jauh impianku yang muluk, Tuhan
Bagiku, mimpi-mimpi itu tak berarti lagi.
Hidupku terlalu sempit dan nyaman,
Hidup merekalah yang terlalu luas,
Malam ini aku tidur tanpa alas,
Dan aku masih terbangun esok pagi.
Seorang yang tengah menua,
Membaca sebuah majalah remaja lama,
Di tengah keheningan malam.
Dengan senyum ceria dan penampilan bergaya.
Salah satu cerita pendek di dalamnya,
berkisah tentang seorang pemuda,
Yang mengiris seluruh kulit arinya.

















