Aku mau ngerakum substansi2 penting dari buku 10 Sahabat yang Dijamin Surga karya Solahudin Mahmud As-Sa’id yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ali Nurdin dari penerbit Al Qowam, Solo.
1. Definisi sahaabat menurut Ibn Hajar adalah org yg pernah berjumpa dgn Nabi Muhammad solallaahu ‘alaihi wassalam dalam keadaan beriman kepadanya dan meninggal dunia dalam keIslaman.
2. Itu beraarti mencakup orang-orang yang beriman di Mekah,Darun Nadwah, yang ikut hijrah Habasyah, yang dibai’at pada Aqobah I dan II (termasuk kaum Anshar), Muhajirin yg sampai di Quba’ saat membangun masjid, yang ikut perang Badar, yang hijrah pada masa antara perang Badar dan Perjanjian Hudaibiyah, yang masuk Islam antara perjanjian Hudaibiyah dan Fathul Mekkah dan setelahnya, anak2 kecil yg menyaksikan Rasulullah saat Fathul Mekkah dan Haji Wada’ dan sebagainya.
3. Kenapa sih sahabat nabi itu penting banget? Mari simak ayat Qur’an Al-Baqoroh 143: “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas perbuatan kamu.” Orang2 yang pertama kali masuk ke dalam firman ini adalah para sahabat nabi.
4. Ada pula surat At-Taubah: 100 yg menyatakan “Org2 yg terdahulu lg pertama2 masuk Islam dari golongan Muhajirin dan Anshor dan orang2 yg mengikuti mereka, Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Allah. Allah menyediakan bg mereka surga2 yg mengalir sungai2 di dalamnya selama2nya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yg besar.” Ibnu Katsir memaparkan bahwa Allah mengabar keridhoan-Nya pada Muhajirin dan Anshor generasi pertama dan para pengikut mereka dgn baik.” Inilah yang menjadi landasan kita mengapa meneladani para sahabat nabi itu wajib bagi kita. Karena mereka yg pertama kali meneladani Rasulullah secara langsung.
5. Di beberapa hadits pun telah diriwayatkan bahwa “para sahabat adalah para penjaga umatku.” Manusia2 terbaik menurut hadits2 sohih tersebut adalah manusia yang hidup pada generasi Rasulullah, kemudian generasi setelahnya, lalu generasi setelahnya, dan generasi setelahnya (jadi ada generasi sahabat nabi dan 3 generasi setelahnya).
6. Nabi Muhammad solallaahu’alaihi wassalam juga bersabda “Janganlah kalian mencaci para sahabatku. Seandainya salah seorang di antara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, niscaya itu tidak akan bisa mencapai seberat mud atau separuh kebaikan seorang dari mereka.” (HR Bukhari Muslim)
7. Sekarang siapakah 10 sahabat nabi yang dijamin surga oleh Allah? Mereka adalah Abu Bakar As-Shidiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abu Udaibah bin Al-Jarrah, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, S’ad bin Abi Waqash, Thalhah bin Ubaidillah, dan Sa’id bin Zaid.
8. Selanjutnya dalam buku ini ditulis secara detail mengenai 10 sahabat tersebut dan kelebihan2 yang mereka miliki.
Segini aja mungkin yang ditulis. Untuk lebih lanjut, silakan beli bukunya. Sayang buku ini mau saya hibahkan dulu pada ayah saya demi misi “diam2” menanamkan kecintaan beliau pada sahabat2 nabi. Hehehe. Soalnya Papa tahu syi’ah sesat tapi dia belum berani katakan syi’ah bukan Islam. Jadi saya tanamkan dulu saja pemahaman dan kecintaan pada sahabat2 nabi. Jadi nanti kalau ada org2 syi’ah yg coba2 pengaruhi bapak saya, setidaknya dia sdh punya schema ttg 10 sahabat nabi yg dijamin masuk surga ini dan ga nurut2 aja disuruh melaknat sahabat2 nabi seperti banyak org yg sudah terjebak ajaran syi’ah. Hehehehe. :P
10 Sahabat yang Masuk Surga
Aku dan Pikiran Awamku I (Merasa Tidak Butuh Ilmu)
Assalamu'alaikum warrohmatullaahi wabarokaatuh
Mulai sekarang saya akan post beberapa refleksi perasaan dan pemikiran saya saat masih sangat awam terhadap Islam pada umumnya dan pada manhaj salaf khususnya (mungkin sampai saat ini pun masih). Saya hanya ingin mendemonstrasikan pada Muslimiin yang memiliki pikiran sama awamnya seperti saya, bagaimana pikiran-pikiran awam ini dapat menghalangi kita untuk memeluk Islam secara kaffah. Sedangkan Allah subhanaahu wata'aalaa sendiri memerintahkan kita untuk memeluk Islam secara kaffah seperti yang tercantum dalam Al-Qur'an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
[البقرة/208]
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]
Pikiran awam pertama saya yang akan saya bahas adalah mengenai persepsi saya tentang ilmu Islam. Meskipun saya selalu ditekankan untuk melaksanakan rukun Islam oleh kedua orang tua saya dan disekolahkan di SD Muhammadiyah, sejak kecil sebenarnya saya tidak pernah benar-benar mengenal seberapa pentingnya ilmu Islam. Bagi saya saat itu, "ah ilmu Islam sama seperti ilmu2 lain: IPA, IPS, matematika, bahasa. Ada yang ahli pada ilmu2 tersebut. Ada yang awam. Karena bakat saya di bahasa dan IPS, saya sebaiknya fokus di 2 ilmu ini saja. Bila saya awam terhadap ilmu Islam, toh saya dapat merujuk pada pendapat-pendapat ulama yang konsentrasinya memang di ilmu Islam."
Inilah kesalahan persepsi saya. Padahal, Rasulullah solallaahu 'alaihi wassalam pernah bersabda
رواه إبن عبد البر)) طَلَبُ اْلعِلْمَ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ
Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat”(HR. Ibnu Abdil Bari)
Selama ini saya selalu berpikir bahwa "ilmu" yang dimaksud di sini adalah pengetahuan apa saja yang dapat saya pelajari. Padahal mungkin saya telah tertipu oleh bahasa saya sendiri. Saat diadaptasi ke bahasa Indonesia, tentunya kata "ilm" dari bahasa Arab telah berubah makna ke bahasa Indonesia/Melayu. Inilah yang sering kali tidak saya sadari. Padahal makna "ilm" yang saya rujuk seharusnya adalah yang dirujuk Rasulullah solallaahu 'alaihi wassalam yang disabdakan dalam bahasa Arab.
Ya, ilmu yang dimaksud di sini adalah pemahaman mengenai Islam, bukan pengetahuan duniawi. Mungkin beberapa dari kita berpikir pengetahuan duniawi tidak dapat dipisahkan secara clear-cut dengan pengetahuan Islam. Memang tidak. Kita mempelajari Islam untuk tahu hukum waris, kita pelajari Islam untuk tahu komunikasi dengan tetangga dan masyarakat, kita pelajari Islam untuk tahu kegiatan ekonomi mana yang haram dan halal. Tentunya Islam tak dapat dipisahkan dengan aktivitas duniawi kita. Yang jadi masalah adalah, kadang kita merasa "lebih butuh" mendengarkan dalil-dalil di luar Qur'an dan sunnah untuk memahami dunia dan seisinya. Kadang kita merasa tidak cukup dengan pengetahuan hukum Islam sehingga merasa butuh pendapat dari filsuf2 hukum barat. Kadang kita merasa tidak cukup memahami sistem ekonomi dari apa yang diterapkan pada zaman Rasulullah, dan kita akhirnya belajar teori2 Adam Smith dan David Ricardo. Kita tidak puas penjelasan penciptaan manusia dari air mani di qur'an dan ingin tahu pendapat Darwin tentang teori evolusi, dan seterusnya.
Lantas apa mempelajari ilmu duniawi ini salah? Tentu tidak bila pengetahuan-pengetahuan tambahan ini sekedar untuk menambah keyakinan kita bahwa Islam-lah yang benar. Namun, bagaimana bila sebaliknya? Bagaimana bila mempelajari perspektif Adam Smith, David Ricardo, dan Keynes justru membuat kita "mewajari" konsep2 riba hanya karena mereka menyebutnya dengan nama yang lain? Bagaimana jika perspektif linguis2 justru membuat kita menyetujui bahwa yang memiliki bahasa hanya manusia padahal seluruh alam ini bertasbih dengan bahasa yang tidak kita ketahui? Bagaimana jika kita mewajari keindahan fashion karena merasa mendapat ilmu dari Yves Saint Laurent sedangkan cara berpakaian yang benar menurut Islam sangat berbeda dengan cara berpakaian orang2 kafir? Lama kelamaan karena lebih familiar dengan ilmu2 dunia ini dibanding ilmu Islam, bisa jadi kita akan menggadaikan aqidah kita dan meninggalkan Islam karena merasa sudut pandang ilmu dunialah yang paling benar. Na'uudzubillaahi mindzaalik.
Inilah yang membuat saya sadar bahwa meskipun kita boleh mempelajari ilmu dunia, yang wajib dilakukan oleh Muslimiin dan Muslimaat adalah mempelajari ilmu Islam. Terlalu banyak pengetahuan di dunia ini dari sudut pandang berbagai orang di dunia, khususnya dari sudut pandang orang2 kafir. Kadang tanpa disadari, pemikiran2 kuffar ini banyak yang tidak sesuai dengan Islam. Apabila kita rajin mempelajari ilmu orang2 kuffar ini tapi tidak diseimbangi dengan ilmu Islam, ini akan sangat berbahaya dan mengancam aqidah kita. Terlalu banyak fitnah di akhir zaman ini yang dapat membolak-balikkan keimanan kita bila pengetahuan kita tentang Islam terlalu terbatas dibandingkan pengetahuan kita tentang hal2 duniawi.
Oleh karena itu, mari saudara2 sesama Muslim, kita mulai belajar ilmu Islam bersama-sama. Saya pun masih pemula dan saya sudah mengalami kerugian yang saya alami dengan tidak memahami ilmu Islam. Saya jadi pernah begitu jauh dari Islam, tidak akrab dengan sunnah Rasul, dan dekat dengan syubhat. Mari kita berusaha dan berdoa bersama untuk dihindarkan dari ilmu2 yang tidak bermanfaat. Kita BUTUH dan WAJIB mempelajari ilmu Islam. Ilmu dunia hanya berguna di dunia. Ilmu Islam akan dibawa sampai ke akhirat.
Tabligh Akbar di Istiqlal
Assalamu'alaikum warrohmatullaahi wabarokaatuh (cieee jarang2 pake salam lengkap gini)
Hari ini saya pergi ke Istiqlal untuk mendengar tabligh akbar dengan pembicara ulama asal Arab Saudi, Syaikh Dr. Sa'ad bin Nashir Asy Syatsri.
Tadinya mau datang ke Istiqlal bareng Melody, tapi dia capek jadi akhirnya ngebolang sendiri ke kajian Islam seperti biasa. :))
Berikut ini adalah isi ceramahnya senangkepnya aku karena keterbatasan bahasa Arab dan karena suara penerjemahnya kurang jelas di speaker yg di bagian akhwat.
1. Kita harus menjalin hubungan baik dengan Allah subhanaahu wata'aala karena Dia-lah pencipta kita. Dia yang menciptakan kita dari benda hina (mani) menjadi makhluk yang berwujud sempurna. Alasan ini saja sudah menegaskan kenapa kita harus beribadah pada Allah subhanaahu wata'aala. Justru yang seharusnya ditanyakan, "Kenapa enggan menyembah sang pencipta?"
2. Kita diberikan nikmat begitu banyak oleh Allah subhanaahu wata'aala. Mulai dari panca indra kita, kehidupan kita, keluarga, rumah, kesehatan, dsb. Terlalu banyak nikmat yang diberikan oleh Allah yang tidak mungkin kita hitung. Karena itu, kenapa kita tidak mau dekat pada Allah subhanaahu wata'aala yang telah memberikan kita nikmat yang banyak ini.
3. Suatu saat kita semua akan kembali ke Allah subhanaahu wata'aala dan akan dimintai pertanggungjawaban. Panca indera yang Dia berikan, kita gunakan untuk apa? Untuk berbuat baik/tidak. Untuk itulah kita harus mempersiapkan diri di dunia untuk pertemuan dengan Allah kelak. Semua amal kita akan dihisab dengan rinci. Pastikan, kita dapat mempertanggungjawabkan amal2 ini dengan baik.
4. Allah subhanaahu wata'aala Maha Berkehendak. Dia dapat menghendaki kebaikan dan keburukan pada siapapun makhluk-Nya yang Dia mau. Oleh karena itulah, kita harus menjaga hubungan baik kita dengan Allah agar semua hal yang kita lakukan diridhoi oleh Allah.
5. Umat2 terdahulu dihancurkan oleh Allah subhanaahu wata'aala karena meninggalkan perintah-Nya. Sisa-sisa kehancuran umat2 ini masih dapat kita saksikan sampai sekarang. Kita harus berlindung pada Allah agar tidak menjadi seperti kaum-kaum yang diberikan siksa di dunia dan akhirat karena kesombongan dan keengganan mereka menyembah Allah.
6. Rezeki juga berada di tangan Allah subhanaahu wata'aala. Oleh karena itu, bila kita berharap rezeki dan kebaikan datang pada kita, mintalah pada Allah. Allah senang bila kita meminta pada-Nya dan do'a orang beriman itu akan dikabulkan oleh Allah. Jangan putus asa terhadap rahmat Allah karena rahmat Allah itu dekat bila kita memperhatikan.
7. Itu tadi alasan memperbaiki hubungan dengan Allah subhanaahu wata'aala. Lalu bagaimana kita menjalin hubungan dengan Allah, sebagai hamba-Nya? Tugas kita adalah beribadah (solat, puasa, zakat, hablumminannaas, semua) untuk Allah karena itu adalah tujuan hidup manusia.
8. Cara-cara memperbaiki hubungan dengan Allah subhanaahu wata'aala di antaranya adalah dengan memperbanyak dan memperbaiki solat karena solat itu mencegah perbuatan keji dan munkar.
9. Allah menerima taubat hamba-Nya. Jangan berkecil hati bila kita berdosa. Semua manusia berdosa, tapi manusia yang terbaik adalah yang banyak bertobat dari dosa2nya. Selain itu, Allah subhanaahu wata'aala akan terus menunggu taubat kita sebelum nyawa di kerongkongan.
10. Tingkatkan tasbih, tahmid, takbir. Terus berdzikir pada Allah kapan saja di mana saja karena Allah subhanaahu wata'aala akan mengingat hamba-Nya yang mengingat-Nya. Hanya orang2 beriman yang bila disebut nama Allah, hati mereka bergetar. Bila ayat Allah dibacakan, mereka akan introspeksi diri dan tidak tenggelam dalam kelalaian.
11. Selain itu kita juga harus mencintai amal soleh dan orang2 yang menjalankan amal soleh (para nabi, sahabat2 nabi, ulama2 yang istiqomah, saudara sesama Muslim yg sering beramal soleh). *catatan ke diri sendiri: jangan justru sewot melihat orang alim dan ngatain "sok alim" kita harus cintai dan teladani amal solehnya* Mencintai Allah itu butuh bukti. Buktinya adalah dengan amal soleh tersebut.
12. Buang kesombongan yang ada dalam hati. Allah tidak mencintai orang2 sombong. Setiap kali menyaksikan Muslim lain, jangan menganggap diri kita lebih tinggi daripada dia.
13. Bila terkena musibah/cobaan, hendaknya bersabar. Allah mencintai orang2 yang sabar dan kesabaran itu menjadi obat sendiri bagi kesulitan2 kita.
14. Bertakwalah pada Allah. Takutlah pada Allah dengan sebenar-benarnya. Allah mencintai orang-orang yang takut pada-Nya.
15. Jadilah orang yang pemaaf terhadap kesalahan orang lain dan memperbaiki kesalahan sendiri (yang ini dicatat teman sebelah waktu saya ke WC, jadi tidak tahu detailnya)
16. Allah Maha Melihat tindakan kita. Dia selalu mengawasi kita. Jadi, beramal solehlah setiap saat, bukan hanya saat orang lain melihat kita karena Allah senantiasa mengawasi kita.
Dan sebagainya... kepanjangan *ngos2an*
Semoga bermanfaat. :D
Thank You, Mr. Seferagic
Sangat ingin berterima kasih pada bung Fatih Seferagic yang berkat video2nya di Youtube dan nada2nya yang indah bikin mudah menghafal surat2 di Al-Qur'an.
Puisi2 Lama Nemu di Blog Nyanyian Bahasanya Melo
Oleh: Rima Muryantina
Ia menepi ke sebuah telaga,
Bercengkrama dengan bayangannya sendiri,
Sehingga mungkin ia dapat menjadi sedikit lebih lega.
Mengapa wajah babi hutan menyeramkan?
Mengapa warna babi hutan tak secerah awan?
Dan ia pun mempertanyakan,
Apakah benar di bumi yang penuh pertanyaan,
Terdapat sebuah entitas abstrak yang disebut keadilan.
Yang selalu lurus, tak bisa berbelok,
Sehingga apabila ia ingin memangsa hewan-hewan kecil yang elok,
Hewan-hewan elok itu bisa dengan mudah menghindari babi hutan,
Dengan berjalan berbelok-belok,
Menyebabkan si babi hutan yang berjalan lurus jadi tertinggalkan.
Entah hanya menghibur, entah benar-benar memberi jawaban,
“Sebaiknya kau tidak memikirkan pernikahan dengan akal sehat,”
Ujarnya lagi, “Akal sehat hanyalah ranah bagi manusia yang sehat.”
Tambahnya lagi, “Makhluk seperti kita hanya perlu bersyukur, karena kita tidak perlu berbelok saat bertemu belokan.”
oleh Rima Muryantina
Pada buku Kemahiran Membaca Tingkat Lima,
Adalah kisah tentang kehidupan ikan salmon raja,
Yang umurnya tidak seberjaya namanya.
Awalnya hanyalah urutan tahap dan gagasan utama,
Dan aku tidak terlalu sempat terkejut,
Dengan informasi-informasi tentang ikan salmon yang hidupnya tidak lama.
Karena menjadi incaran hewan-hewan lain yang kelaparan.
Menurut paragraf itu, hanya sedikit ikan salmon yang mencapai lautan,
Karena banyak polusi dari perkotaan.
Dan meninggalkan telur-telurnya di sana.
Menurut paragraf itu, setelah meninggalkan telurnya maka tidak ada tawar-menawar,
Bahwa setelah itu ikan salmon harus menciut dan berubah warna,
Dan berakhir untuk selamanya.
oleh Rima Muryantina
Saat ia bangun, aku tidak bisa mengendalikannya
Dia sering mengambil alih kesadaran
Dan aku tak bisa menahan apa yang kulakukan
Sampai aku siuman
Tapi itu sama saja dengan membunuh diriku sendiri
Dan untuk melakukan itu, aku tidak cukup berani
oleh Rima Muryantina
Aku sudah membuang jauh-jauh impianku yang muluk, Tuhan
Bagiku, mimpi-mimpi itu tak berarti lagi.
Hidupku terlalu sempit dan nyaman,
Hidup merekalah yang terlalu luas,
Malam ini aku tidur tanpa alas,
Dan aku masih terbangun esok pagi.
Seorang yang tengah menua,
Membaca sebuah majalah remaja lama,
Di tengah keheningan malam.
Dengan senyum ceria dan penampilan bergaya.
Salah satu cerita pendek di dalamnya,
berkisah tentang seorang pemuda,
Yang mengiris seluruh kulit arinya.
What's My Line?
Sejak dulu saya memang suka dengan hal2 jadul. Belakangan ini saya lagi suka banget nonton acara What's My Line di Youtube. Acaranya sendiri tayang sekitar tahun 1950-an sampe 1970an. Jelas saya belum lahir. Tapi, berhubung saya suka dengan orang2 jadul, jadi saya menikmati sekali acara ini. Acara ini mirip "Hei2 Siapa Dia?" yang dulu pernah tayang di TVRI (yang jadul juga) meskipun konsepnya agak berbeda.
Acara panel game show ini terdiri atas 4 orang jadul di meja panel yang terkenal pada zamannya dan mereka harus menebak Tamu Misterius dengan mengajukan beberapa Yes/No Questions. Tentu saja ada batas waktu dan total hadiah juga. Banyak artis2, politisi, bahkan atlet yang jadi Mystery Guest di acara tersebut. Tapi aku paling suka pas episode Muhammad Ali, Julie Andrews, dan Geraldine Chaplin krn mereka orang2 jadul favoritku. hohoho.
Berikut ini salah satu contoh video dari youtube What's My Line? saat episode Muhammad Ali (Cassius Clay). Lucu banget Muhammad Ali suaranya dibuat terdengar banci biar nggak ketahuan siapa. :))
Eh tp blogspot lg ngga bisa ngelink ke youtube, jd linknya aja langsung yak:
http://www.youtube.com/watch?v=jp1skpJ9O_I










