
*foto nemu di imageshack. Kantor gue sekarang yg dalemnya rada2 sepi2 nyeremin tp luarnya kyk istana. LOL.XD
Woookeee.... Hari ini saya akan mereview sedikit tentang bulan Januari yang indah tahun ini. Selain karena tiap tahun memang Alex Turner, pria idaman saya selalu berulang tahun pada tanggal 6 Januari. wkwkwkk. XD
Jadi seperti yang saya ceritakan hari2 sebelumnya, tanggal 5 Januari 2010, saya Alhamdulillah sudah berhasil menyelesaikan kegiatan kuliah S1 saya lewat jalur skripsi. Skripsi saya dapat A (Nilai angka 89.5) dengan IP terakhir 3.79 (PMPK dpt A, Anwa dpt A-, dan DDP yang saya takut bgt gak lulus itu Alhamdulillah dpt B+) dan IPK terakhir 3.77 (perjuanganku dari semester 1. uuuuh... Alhamdulillah gak pernah merosot terlalu jauh. XD)
Lalu lalu lalu.... besok saya akan Gladi Resik Wisuda, dan hari Sabtu tanggal 30 Januari 2010 nanti saya akan diwisuda. Duh, rasanya agak berat berpisah dengan teman2.
Untungnya, saya untuk saat ini (dan nampaknya untuk seterusnya) tidak akan benar-benar berpisah dengan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, fakultas yang sangat saya sayangi dan banggakan (bahkan dengan segala kekurangannya). ;D ;D
Kenapa? Karena saya dapat kerjaan nih di Rektorat UI, atas rekomendasi dari dosen saya, yang diminta oleh orang fakultas, yang diminta oleh ketua Kantor Komunikasi UI, Pak Vishnu Juwono. Ya, awalnya saya bingung disuruh kerja apa. Ternyata saya disuruh jadi translator-nya website UI (yang seperti yang kita semua tahu, agak menyedihkan ya versi bahasa Inggrisnya) ---> hanya berusaha jujur. Jadi dalam beberapa hari ini sih saya baru menerjemahkan 3 artikel yang di-publish di website UI, membuat daftar perbedaan website UI dlm bahasa Inggris dan bahasa Indonesia secara umum, dan merevisi beberapa halaman dari website UI dalam bahasa Inggris (yang sebelumnya memang diterjemahkan oleh orang2 IT dan beberapa petugas rektorat. Karena mungkin memang bukan bidang mereka, saya memaklumi kalo banyak kesalahan tata bahasa dan pemilihan kata).
Sejauh ini saya cukup senang bekerja di sini meskpun ada kalanya membosankan, bikin pusing, dan gajinya murah. LOL. Tapi setidaknya saya cukup mendapat pengalaman dan ilmu baru dalam bidang penerjemahan dan penyuntingan. Saya jadi berpikir, rasanya saya memang cocoknya jadi translator atau editor (jeileh...) meskipun nampaknya jadi linguist atau dosen jauh lebih menarik (????). Saya juga ketemu beberapa orang baru. Sejauh ini mereka baik sama saya meskipun saya "kata mereka" pendiemnya minta ampun. Wah, padahal saya sudah tidak sependiam dulu loh. Harus ngomong apa lagi memangnya ya.... *paling bingung berbasa-basi*
Oh, ya... anehnya juga, meskipun saya kerjanya di rektorat, tetap saja saya tiap istirahat jalan lewat balhut ke FIB, makan di kansas, dan solat di musholla FIB dan pas pulang solat Ashar-nya di musholla perpus pusat. LOL. kayaknya saya masih belum bisa meninggalkan kebiasaan saya yang dulu sebagai mahasiswa. Saya kayak nggak berbaur di kantin dgn karyawan lain. nguik nguik nguik. Maafkan aku, rekan2 kerjaku. Beginilah diriku. Susah sekali mengubahnya. Lagian saya emang nggak mau terlalu dikenal oleh orang banyak. XD
Tapi besok mau nyoba ah musholla yang di PAU.
Oh ya, saya juga sudah daftar Teacher Training di LBI, tapi kayaknya baru mulai training-nya bulan Februari. Berapa bulan, sih? Ada yang tahu nggak? Pengen cepet2 ngajar. XD
Oh ya, dan saya akan segera dapat upah hasil transkrip 3 kaset. [hmpfh]
Intinya, saya sangat bersyukur dengan kejadian2 (baik senang dan susah) di bulan Januari ini. Alhamdulillaahirobbil'aalamin. Mau bener2 bersyukur nih. Pokoknya harus segera melakukan sesuatu yg berarti. Kumpulin baju utk diberikan pada adik2 di Jogja dan harus mulai berusaha puasa lagi. Kalo perlu Puasa Daud lagi. Solat Sunnah harus mulai jalan lagi. Kan udh nggak terhalang skripsi lagi. Harus semangaaaattt!! :)
Beautiful January
Terima Kasih :')
Sebelumnya, saya mohon maaf dan berterima kasih atas semua pihak yang saya repotkan selama proses penyelesaian skripsi saya.
Saya hanya ingin menyatakan bahwa saya baru saja sidang skripsi pagi ini dan saya lulus dengan nilai A. Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu. Terima kasih juga untuk dewan penguji dan pembimbing yang sudah memberikan saran dan memberikan nilai. :')
Saya akan berusaha untuk terus menulis dan mengembangkan penelitian. :')
Dan terima kasih untuk teman-teman yang sudah sudi menonton sidang skripsi saya.
Terima kasih Pak Endang yang sudah memasangkan LCD untuk presentasi saya tadi.
Terima kasih Pak Satpam yang sudah sudi ditanya-tanya mengenai ruangan sidang skripsi.
Terima kasih Mas2 fotokopian yang sudah fotokopi dan menjilid keperluan skripsi saya.
Terima kasih sopir saya yang berulang kali mengucapkan selamat.
Terima kasih kucing kecil yang tadi pagi ganggu saya waktu saya makan sekaligus semedi sebelum sidang skripsi.
Terima kasih Mas yang jualan Nasi Kare Ayam di Kansas.
Terima kasih Mas yang jualan Aqua di Kober.
Terima kasih Ibu-Ibu yang suka minta-minta di Kober.
Terima kasih orang yang ngejual isi tinta printer.
Terima kasih mas2 penjaga warnet yang udah ngeprint-in skripsi saya waktu tinta printer saya habis.
Terima kasih teman-teman yang sudah kasih SMS dukungan.
Terima kasih orang yang menemukan Handphone sebagai sarana komunikasi.
Terima kasih semuanya yang tidak bisa saya ucapkan satu-satu. Ya, kamu. Kamu juga. Kamu, kamu
Sehari Setelah Hari Korupsi, Aku Selesai Skripsi

Beberapa tagline surat kabar, berita TV, dan bahkan gubernur Sulsel kemarin menyatakan bahwa kemarin adalah Hari Korupsi.
Sebagai orang mempelajari linguistik, saya agak bingung dengan istilah ini.
Kalau Hari Korupsi itu kan jadi seperti April Mop ya?
Satu hari bebas untuk korupsi, sama seperti April Mop yang satu hari bebas untuk berbohong.
Sama kayak Hari Balon Gratis di Bikini Bottom, saat Patrick & Spongebob nggak jadi dipenjara walaupun sudah memecahkan balon.
Tapi bukannya itu lebih bagus dari Hari Anti Korupsi ya?
Soalnya kalo Hari Anti Korupsi, kesannya cuma khusus hari itu aja kita harus anti korupsi.
Dengan kata lain, implikaturnya adalah: hari2 lain kita bebas korupsi.
Eh, frase "bebas korupsi" itu juga ambigu. Kan artinya bisa "bebas dari korupsi" atau "bebas untuk melakukan korupsi"
*sumpah gue penting banget ya bahas ini?
Ya udah deh, yang penting skripsi saya selesai. Senangnyaaaa XD
Still On My Undergraduate Thesis :: Facts About Ukraine

Baiklah, saya akan membahas tentang skripsi lagi. Jangan bosen ya. *Tapi nampaknya tidak ada juga yang memperhatikan blog saya, jadi saya mau teriak2 hal gajebo di sini juga tidak apa2. Asiiik!!! Sudah lama aku tidak merasa seperti ini! Untung pindah blog! (Lompat2 di kasur) XD
Jadi, seperti yang saya jelaskan sebelumnya, skripsi saya membahas tentang tindak tutur dan implikatur antara tokoh Alex Perchov dan Jonathan Foer dalam film Everything is Illuminated. Tepatnya, saya membahas tentang kegagalan tindak tutur dan implikatur yang sering terjadi di antara mereka berdua karena perbedaan budaya di antara mereka. Karena itulah, saya pun mau tidak mau harus mencari tahu beberapa hal tentang kebudayaan Ukraina (yang menjadi latar budaya tokoh Alex) dan kebudayaan Amerika serta sedikit kebudayaan Yahudi (yang menjadi latar budaya tokoh Jonathan).
Kalau soal Amerika dan Yahudi, saya sebenarnya tidak terlalu terkejut. Beberapa dari informasi mengenai kebudayaan Amerika dan Yahudi sudah saya ketahui sebab memang selama saya belajar di Program Studi Inggris UI, saya harus mempelajarinya.
Yang jauh lebih menarik bagi saya adalah mengetahui Kebudayaan Ukraina, negara yang selama ini hanya saya ketahui sebagai negara pecahan Uni Soviet yang beribukota Kiev. Ya, selama ini hanya itu saja yang saya tahu tentang Ukraina. Period. That's all.
Jadi, berikut ini adalah beberapa informasi baru mengenai Ukraina yang saya ketahui berkat mengerjakan skripsi:
1. Generasi muda Ukraina tertarik dengan Amerika karena Amerika adalah musuh dari musuh mereka (Uni Soviet, yang dianggap penjajah). Dukungan Amerika sangat berpengaruh bagi pengakuan kedaulatan mereka pada awal tahun 1990-an.
2. Di Ukraina sering terjadi sentimen antar etnis. Suku asli Ukraina adalah Slavia, dan orang dari etnis Slavia biasanya tidak menyukai orang2 dari etnis lain (Armenia, Turki, Hungaria, dsb) begitu pula sebaliknya.
3. Di Ukraina juga sering terjadi kecemburuan sosial antara orang desa dan orang kota (sama saja sih dengan di sini).
4. Meskipun demikian, kebencian dan sentimen yang sangat besar ditujukan pada ras Yahudi. Hal ini disebabkan karena orang Ukraina menganut agama Kristen Ortodoks dan dalam agama Kristen, orang Yahudi adalah musuh Kristus (yang melaporkan pada orang Romawi hingga Kristus disalib? CMIIW). Selain itu, kebencian terhadap Yahudi juga dipicu oleh status orang-orang Yahudi yang menjadi Tuan Tanah di Ukraina.
5. Di Ukraina, perempuan memang mendapatkan diskriminasi dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu. Perempuan dianggap paling berharga bila mengurus dan menjaga rumah tangga (jadi pekerjaan sebagai wanita karier dianggap mengganggu).
6. Orang Ukraina juga tidak menyukai homoseksual karena bertentangan dengan tradisi mereka.
7. Orang Ukraina suka makan daging (oh, ini udh saya sebutkan ya di post sebelumnya) XD
Udah deh... segitu dulu. Apa hubungannya dengan tindak tutur dan implikatur? Tidak dapat saya jelaskan lebih lanjut. Nanti saja kalau sidang. wkwkwkkw. XD
Doakan ini skripsi cepat selesai ya T___T
oh, ya kelupaan. Saya juga baru tahu kalo orang Ukraina itu emg suka menanam bunga matahari. Terus mereka juga bisa bikin minyak dari bunga matahari? (??? :O) Tapi kelihatannya banyak ditentang sama Uni Eropa. Nggak ngerti kenapa (ini bukan bagian dari tindak tutur dan implikaturnya sih makanya tidak kucari tahu lebih lanjut).
Oke deh, ini kuberikan saja gambar bunga matahari, bunga favoritku yang terkenal di Ukraina :D
A Brief Introduction to My Undergraduate Thesis
Halo halo.... Hari ini saya mau memperkenalkan skripsi saya pada saudara2 sekalian. Sekalian bikin abstraksi sebenarnya, karena dari kemarin2 udah selesai bab 1 (pendahuluan) dan bab 2 (landasan teori), sekarang lagi jalan bab 3 (analisis) tapi masa gue lupa bikin abstraksi. wkwkwkwk. parah beud. ya udah. jadi ini abstraksi dari skripsi saya dan beberapa temuan-temuan yang saya dapat dari proses analisisnya. Jangan diplagiat ya. Kalau mau dicopas ke website lain atau dipublish di media lain di dunia nyata, bilang2 eike dulu dan jangan lupa kasih credit. Yang pasti email dulu deh ke midorima@kuririnmail.com I trust you guys. :D
ABSTRAK
Penulis : Rima Muryantina
Judul : Dialog Alex dan Jonathan dalam Film Everything is Illuminated: Analisis Tindak Tutur dan Implikatur Percakapan dalam Perbedaan Budaya
Bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari sering kali tidak semata-mata digunakan hanya untuk menyampaikan makna tertentu pada pihak kawan bicara,, tetapi juga untuk menunjukkan sikap kita terhadap kawan bicara maupun terhadap topik pembicaraan. Menurut J.L. Austin, sebagian besar tuturan yang diujarkan manusia mencerminkan tindakan manusia terhadap seseorang atau sesuatu. Konsep inilah yang kemudian ia sebut sebagai “tindak tutur.” Dalam tindak tutur manusia, terdapat daya pragmatik yang diharapkan terjadi setelah tuturan tersebut diujarkan. Daya pragmatik ini dapat disampaikan dengan cara langsung maupun tidak langsung. Dalam penuturan tidak langsung, sering kali terdapat implikasi-implikasi makna yang bervariasi dan biasanya tergantung dari konteks tuturan yang diujarkan. Salah satu konteks yang berperan penting dalam memahami makna implisit dari tindak tutur manusia adalah kebudayaan para peserta tutur. Dalam film Everything is Illuminated (2005) arahan Liev Schreiber, terdapat banyak tindak tutur dan implikatur dalam dialog tokoh Alexander Perchov dan Jonathan Foer. Sering kali kedua tokoh ini saling tidak memahami tindak tutur dan implikatur yang mereka gunakan dalam percakapan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan latar belakang kebudayaan di antara kedua tokoh. Alex yang lahir dan dibesarkan di Ukraina sering kali tidak memahami konteks tuturan dan implikatur yang digunakan Jonathan yang lahir dan dibesarkan dalam keluarga Yahudi di Amerika, begitu pula sebaliknya. Tindak tutur dan implikatur yang dilakukan kedua tokoh dalam film ini saat berdialog akan dianalisis secara kotekstual dan kontekstual dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk lebih memahami teori Tindak Tutur dan Implikatur Percakapan serta dapat membantu menambah pemahaman mengenai konflik antar tokoh dalam film tersebut.
Kata Kunci: tindak tutur, implikatur percakapan, pragmatik, kebudayaan, film, konflik antar tokoh.
Beberapa hal menarik yang sudah saya temukan dalam proses analisis untuk skripsi ini:
1. Tindak tutur Alex yang selalu menyebut nama Jonathan sebagai "Jonfen" sebenarnya disebabkan karena ketidakfasihannya dalam berbahasa Inggris dan keterikatannya pada aturan fonologis dalam bahasa Ukraina. Dalam fonologi Ukraina, tidak terdapat fonem dental /Ɵ/. Fonem ini digunakan untuk melafalkan "th" dalam nama Jonathan seperti halnya untuk melafalkan "th" dalam kata "think", "thief", dan "thunder." Karena tidak terbiasa melafalkan fonem dental sebelumnya, maka Alex secara tidak sadar mencari bunyi yang mendekati fonem dental dalam fonologi Ukraina. Dalam kasus ini, Alex memilih bunyi fonem labiodental /f/ seperti pada kata "fish" dan "far" untuk melafalkan nama Jonathan.
2. Tindak tutur Jonathan saat ia meminta makanan tanpa daging di restoran tidak dapat dimengerti oleh Alex karena perbedaan kebudayaan yang berkaitan dengan makanan. Alex tidak memahami konsep "vegetarian" yang dimaksud oleh Jonathan karena dalam budaya Ukraina, daging merupakan salah satu makanan utama. Khususnya daging babi dan sosis. Jadi, konsep "tidak memakan daging" dianggap aneh oleh Alex yang lahir dan dibesarkan dengan budaya makan ala Ukraina.
3. Tindak tutur Jonathan ketika melarang Alex untuk menyebut kata "negro" tidak dapat dipahami oleh Alex karena adanya perbedaan Schemata (pengetahuan silam yang didapat melalui pengalaman) yang dimiliki keduanya. Kata "negro" bagi Jonathan yang mengetahui sejarah perbudakan kulit hitam di Amerika merupakan kata yang mengandung konotasi negatif karena dulunya kata ini memang digunakan sebagai alat untuk melakukan FTA (Face Threatening Act: Tindakan atau kata2 yang menyerang "muka" /mempermalukan seseorang) terhadap orang kulit hitam. Sementara itu, Alex yang merupakan orang Ukraina tidak memiliki pengetahuan mengenai sejarah ini dan kata "negro" di Ukraina memiliki makna yang netral dan tidak ofensif.
4. Terdapat juga kesulitan-kesulitan dalam pemahaman dalam konsep "tip" dan "vallet" yang sering digunakan di Amerika namun tidak familiar digunakan di Ukraina.
5. Meskipun pada umumnya perbedaan budaya membuat kedua tokoh sulit memahami masing-masing tindak tutur dan implikatur, ada beberapa tindak tutur dan implikatur yang dipertahankan dan dimengerti untuk menjaga kesantunan secara pragmatik. Inilah yang membedakan sopan santun dalam konsep sosiolinguistik dan kesantunan dalam konsep pragmatik. Sopan santun dalam konsep sosiolinguistik hanya menyangkut elemen-elemen bahasa yang dianggap sopan pada budaya tertentu, sementara kesantunan dalam pragmatik merupakan elemen bahasa yang sengaja dipilih untuk tidak menyakiti pihak kawan bicara secara universal, tidak peduli budaya apa yang mempengaruhi para peserta tutur (terima kasih atas penjelasan salah seorang dosen linguistik dari prodi Indonesia pada kuliah umum PMPK hari ini :D). Dalam rangka menjaga kesantunan pragmatik ini, kedua tokoh menggunakan tindak tutur dan implikatur tertentu. Sebagai contoh, tokoh Alex selalu menerjemahkan tuturan kasar kakeknya dalam bahasa Ukraina ke dalam bahasa Inggris yang lebih sopan untuk menjaga hubungannya dengan Jonathan yang merupakan kliennya. Hal ini juga menunjukkan adanya relasi kuasa antara tokoh Alex dan Jonathan, yang mana tokoh Jonathan sebagai klien memiliki dominasi atas Alex dan karena itulah kesantunan menjadi tujuan dari tuturan.






